Selasa, 04 Agustus 2020

Apakah Sholahudin al ayyubi dan Muhammad Al Fatih seorang asyari?

Apakah Sholahudin Al Ayyubi juga Muhammad Al Fatih beraqidah Asy'ariyah ? 

Tersebar pendapat yang mengatakan, Salahuddin Al Ayyubi rohimahullah (532-589 H) dan Muhammad Al Fatih (855 - 886 H) pengikut mazhab Asy'ariyah. Untuk menjawabnya bisa dilihat dari beberapa sisi :

1 Dahulu dimasa itu, pengikut Ahlussunnah secara umum disebut sebagai Asy'ariyah, maksudnya berpaham Ahlussunnah. Asy'ariyah di masa Abbasiyah pertengahan sampai akhir didukung penguasa mengklaim sebagai Ahlussunnah.  (Lihat
 http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=158986). 

Bantahan Asy'ari pada Mu'tazilah yang bagus dianggap mereprestasikan Asy’ari lah Ahlussunnah (padahal ada kesalahan dalam Asy'ari ini berkaitan tauhid asma wa sifat, yakni tidak mengimani sifat Allâh seperti istawa, nuzul dengan takwil dan tahrif. Aqidah Ahlussunnah mengimani sifat Allâh yang datang dari Qur'an juga hadits, tanpa tahrif, ta’thil, tamtsil, dan takyif) 

2 Tidak merupakan keharusan jika seorang beraqidah Asy'ari lantas aqidah menjadi benar. Adanya anggapan, setiap kemenangan yang diraih membuktikan kebenaran aqidah persangkaannya. Lihatlah umar bin Khattab rodhiyallohu anhu, yang menaklukkan Syam, persia apakah beliau Asy'ari?. Juga Umar bin Abdul aziz  apakah ia Asy'ari? Abul Hasan al-Asy'ari belum lahir waktu itu. 

Bahkan Al Mu'tashim yang beraqidah Mu'tazilah pun diberi kemenangan oleh Allah dalam mengalahkan 30.000 prajurit romawi di Amuria, dimana mereka telah melecehkan seorang muslimah ketika itu, lalu Al Mu'tashim mengumandangkan jihad dan mengalakan orang kafir. Lantas apakah Mu'tazilah dianggap menjadi benar? Ataukah ia berubah sebagai Asy'ariyah? 

3 Tidak adanya bukti bukti yang valid, riwayat yang shahih, apakah benar sholahudin dan Al fatih beraqidah Asy'ari. Justru dimasa beliau berkuasa, dan Al Fatih, sholahudin misalnya beliau sangat keras dalam memberantas bid’ah, bagaimana penulisan filsafat di masa beliau menjadi hal yang tabu dan haram, jika ketahuan pun akan dibakar. Padahal aqidah Asy'ari lebih dekat ilmu filsafat. Dari sinilah terlihat ketidakterkaitan aqidah Asy'ari yang dianut, dan ilmu filsafat yang diberangus. 

4 Secara umum aqidah Ahlussunnah dan aqidah asy'ariyah mempunyai beberapa kesamaan juga perbedaan 

5 Anggapan Asy'ariyah sebagai ahlusunnah murni dan tidak ada kritik didalamnya karena di zaman itu banyak peperangan, bantahan dari para ulama untuk asy'ariyah menjadi tidak sampai / tidak diketahui, dan menjadi dikenal setelah masa ibnu taimiyah (661-728 H) 

Wallahu a'lam bisshowaab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar