Selasa, 18 Agustus 2020

Tanpa tempat tanpa arah bag 2

 :::: Tanpa tempat tanya arah bag 2 :::::


Aqidah Allah di atas langit meruoakan aqidah salaf yang turun temurun diwariskan oleh para ulama.


Nabi shollallohu'alaihiwasallam sendirian tatkala haji wada menunjuk tangan keatas sebagainya isyarat bahas Allâh diatas langit. 


Atsar umar bin khattab rodhiyallohu anhu 


عمر بن الخطاب رضي الله عنه عن إسماعيل عن قيس قال : لما قدم عمر رضي الله عنه الشام استقبله الناس وهو على بعيره فقالوا : يا أمير المؤمنين لو ركبت برذونا [ ص: 120 ] ليلقاك عظماء الناس ووجوههم فقال عمر رضي الله عنه : ألا أراكم هاهنا إنما الأمر من هاهنا وأشار بيده إلى السماء .

Umar bin Khottob berkata sambil duduk diatas untanya, ketauhilah aku melihat kalian disini, sesungguhnya suatu perkara itu dari sana (sambil mengisyaratkan tangan ke langit) 


Utsmaan bin Sa’iid Ad-Daarimi (wafat 280 H)


Beliau berkata dalam kitab beliau Ar-Rod ‘alal Marriisi

“Dan telah sepakat perkataan kaum muslimin dan orang-orang kafir bahwasanya Allah berada di langit, dan mereka telah menjelaskan Allah dengan hal itu (yaitu bahwasanya Allah di atas langit -pent) kecuali Bisyr Al-Marrisi yang sesat dan para sahabatnya. Bahkan anak-anak yang belum dewasa merekapun mengetahui hal ini, jika seorang anak kecil tersusahkan dengan sesuatu perkara maka ia mengangkat kedua tangannya ke Robb-Nya berdoa kepadaNya di langit, dan tidak mengarahkan tangannya ke arah selain langit. Maka setiap orang lebih menetahui tentang Allah dan dimana Allah daripada Jahmiyah” (Rod Ad-Darimi Utsmaan bin Sa’iid  alaa Bisyr Al-Mariisi Al-‘Aniid Hal 25)


Abu Bakr Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah (223 H-311 H)


Beliau berkata dalam kitabnya At-Tauhiid 1/254

“Bab : Penyebutan penjelasan bahwasanya Allah Azza wa Jalla di langit:

Sebagaimana Allah kabarkan kepada kita dalam Al-Qur’an dan melalui lisan NabiNya –’alaihis salaam- dan sebagaimana hal ini dipahami pada fitroh kaum muslimin, dari kalangan para ulama mereka dan orang-orang jahilnya mereka, orang-orang merdeka dan budak-budak mereka, para lelaki dan para wanita, orang-orang dewasa dan anak-anak kecil mereka. Seluruh orang yang berdoa kepada Allah jalla wa ‘alaa hanyalah mengangkat kepalanya ke langit dan menjulurkan kedua tangannya kepada Allah, ke arah atas dan bukan kearah bawah”


ghullat Asya’iroh mengkafirkan siapa saja yang meyakini Allah tanpa tempat TANPA ARAH, Andai merekam tahunan bahwa para salaf sejak dahulu meyakini Allah diatas langit, tentu mereka ga sembarangan melempar tuduhan. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar