Kamis, 06 Agustus 2020

Ayat sifat bukan mutasyabihat

Ayat sifat manusia itu Makna sebenarnya bukan ayat mutasyabih 


Al allusi berkata ketahuilah kebanyakan manusia menjadikan sifat sifat Allâh seperti istiwa, tangan, kaki, turun, tertawa, takjub dsb termasuk mutasyabih, padahal mazhab salaf dan al Asy’ari menegaskan bahwa itu adalah sifat yang ditetapkan. Kita tidak dibebani kecuali untuk meyakini tanpa tasybih dan tanpa tajsim. (Ruhul Ma'ani 2:85) 


Abu ‘Umar Ibnu ‘Abdil-Barr mengatakan: “Ahlu Sunnah telah bersepakat untuk menetapkan seluruh sifat Allah yang ada di dalam al Qur’an dan Sunnah, serta bersepakat untuk mengimaninya dan membawanya pada pengertian yang sebenarnya, tidak pada pengertian majaz (kiasan/tidak sebenarnya). Namun Ahlu Sunnah tidak mentakyif (membayang-bayangkan bentuk sesungguhnya dari) sifat-sifat tersebut, dan tidak menetapkan batasan bagi sifat-sifat Allah dengan sifat yang terbatas”.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar